NEGARA AMERIKA DIBANGUN DARI EMAS PAPUA

•January 24, 2010 • Leave a Comment
Freeport adalah pertambangan emas terbesar di dunia! Namun termurah dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika sekarang ini adalah hasil perampokan resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah!

Akhir tahun 1996, sebuah tulisan bagus oleh Lisa Pease yang dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and Freeport.”

Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika Freeport Sulphur, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959.

Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan. Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan membacanya.

Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah. Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.

Selama beberapa bulan, Forbes Wilson melakukan survey dengan seksama atas Gunung Ersberg dan juga wilayah sekitarnya. Penelitiannya ini kelak ditulisnya dalam sebuah buku berjudul The Conquest of Cooper Mountain. Wilson menyebut gunung tersebut sebagai harta karun terbesar yang untuk memperolehnya tidak perlu menyelam lagi karena semua harta karun itu telah terhampar di permukaan tanah. Dari udara, tanah disekujur gunung tersebut berkilauan ditimpa sinar matahari.

Wilson juga mendapatkan temuan yang nyaris membuatnya gila. Karena selain dipenuhi bijih tembaga, gunung tersebut ternyata juga dipenuhi bijih emas dan perak!! Menurut Wilson, seharusnya gunung tersebut diberi nama GOLD MOUNTAIN, bukan Gunung Tembaga. Sebagai seorang pakar pertambangan, Wilson memperkirakan jika Freeport akan untung besar dalam waktu tiga tahun sudah kembali modal. Pimpinan Freeport Sulphur ini pun bergerak dengan cepat. Pada 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerjasama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung tersebut.

Namun lagi-lagi Freeport Sulphur mengalami kenyataan yang hampir sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda telah memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.

Tadinya Wilson ingin meminta bantuan kepada Presiden AS John Fitzgerald Kennedy agar mendinginkan Irian Barat. Namun ironisnya, JFK malah spertinya mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.

Ketika itu sepertinya Belanda tidak tahu jika Gunung Ersberg sesungguhnya mengandung banyak emas, bukan tembaga. Sebab jika saja Belanda mengetahui fakta sesungguhnya, maka nilai bantuan Marshall Plan yang diterimanya dari AS tidak ada apa-apanya dibanding nilai emas yang ada di gunung tersebut.

Dampak dari sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerjasama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport jelas marah besar. Apalagi mendengar Kennedy akan menyiapkan paket bantuan ekonomi kepada Indonesia sebesar 11 juta AS dengan melibatkan IMF dan Bank Dunia. Semua ini jelas harus dihentikan!

Segalanya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Presiden Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963. Banyak kalangan menyatakan penembakan Kennedy merupakan sebuah konspirasi besar menyangkut kepentingan kaum Globalis yang hendak mempertahankan hegemoninya atas kebijakan politik di Amerika.

Presiden Johnson yang menggantikan Kennedy mengambil sikap yang bertolak belakang dengan pendahulunya. Johnson malah mengurangi bantuan ekonomi kepada Indonesia, kecuali kepada militernya. Salah seorang tokoh di belakang keberhasilan Johnson, termasuk dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 1964, adalah Augustus C.Long, salah seorang anggota dewan direksi Freeport.

Tokoh yang satu ini memang punya kepentingan besar atas Indonesia. Selain kaitannya dengan Freeport, Long juga memimpin Texaco, yang membawahi Caltex (patungan dengan Standard Oil of California). Soekarno pada tahun 1961 memutuskan kebijakan baru kontrak perminyakan yang mengharuskan 60persen labanya diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Caltex sebagai salah satu dari tiga operator perminyakan di Indonesia jelas sangat terpukul oleh kebijakan Soekarno ini.

Augustus C.Long amat marah terhadap Soekarno dan amat berkepentingan agar orang ini disingkirkan secepatnya.
http://berita.liputan6.com/progsus/200209/41945/class=%27vidico%27

Mungkin suatu kebetulan yang ajaib. Augustus C.Long juga aktif di Presbysterian Hospital di NY dimana dia pernah dua kali menjadi presidennya (1961-1962). Sudah bukan rahasia umum lagi jika tempat ini merupakan salah satu simpul pertemuan tokoh CIA.

Lisa Pease dengan cermat menelusuri riwayat kehidupan tokoh ini. Antara tahun 1964 sampai 1970, Long pensiun sementara sebagai pemimpin Texaco. Apa saja yang dilakukan orang ini dalam masa itu yang di Indonesia dikenal sebagai masa yang paling krusial.

Pease mendapatkan data jika pada Maret 1965, Augustus C.Long terpilih sebagai Direktur Chemical Bank, salah satu perusahaan Rockefeller. Augustus 1965, Long diangkat menjadi anggota dewan penasehat intelejen kepresidenan AS untuk masalah luar negeri. Badan ini memiliki pengaruh sangat besar untuk menentukan operasi rahasia AS di Negara-negara tertentu. Long diyakini salah satu tokoh yang merancang kudeta terhadap Soekarno, yang dilakukan AS dengan menggerakkan sejumlah perwira Angkatan Darat yang disebutnya sebagai Our Local Army Friend.

Salah satu bukti sebuah telegram rahasia Cinpac 342, 21 Januari 1965, pukul 21.48, yang menyatakan jika kelompok Jendral Suharto akan mendesak angkatan darat agar mengambil-alih kekuasaan tanpa menunggu Soekarno berhalangan. Mantan pejabat CIA Ralph Mc Gehee juga pernah bersaksi jika hal itu benar adanya.

Awal November 1965, satu bulan setelah tragedi terbunuhnya sejumlah perwira loyalis Soekarno, Forbes Wilson mendapat telpon dari Ketua Dewan Direktur Freeport, Langbourne Williams, yang menanyakan apakah Freeport sudah siap mengekplorasi gunung emas di Irian Barat. Wilson jelas kaget. Ketika itu Soekarno masih sah sebagai presiden Indonesia bahkan hingga 1967, lalu darimana Williams yakin gunung emas di Irian Barat akan jatuh ke tangan Freeport?

Lisa Pease mendapatkan jawabannya. Para petinggi Freeport ternyata sudah mempunyai kontak dengan tokoh penting di dalam lingkaran elit Indonesia. Mereka adalah Menteri Pertambangan dan Perminyakan Ibnu Soetowo dan Julius Tahija. Orang yang terakhir ini berperan sebagai penghubung antara Ibnu Soetowo dengan Freeport. Ibnu Soetowo sendiri sangat berpengaruh di dalam angkatan darat karena dialah yang menutup seluruh anggaran operasional mereka.

Sebab itulah, ketika UU no 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan Rockefeller, disahkan tahun 1967, maka perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Suharto adalah Freeport!. Inilah kali pertama kontrak pertambangan yang baru dibuat. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Suharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia.

Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.

Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik “Jim Bob” Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dollar AS pertahun.

Tahun 1996, seorang eksekutif Freeport-McMoran, George A.Maley, menulis sebuah buku berjudul “Grasberg” setelab 384 halaman dan memaparkan jika tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar didunia.

Maley menulis, data tahun 1995 menunjukkan jika di areal ini tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dollar AS dan masih akan menguntungkan 45 tahun ke depan. Ironisnya, Maley dengan bangga juga menulis jika biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia!!

Istilah Kota Tembagapura itu sebenarnya menyesatkan dan salah. Seharusnya EMASPURA. Karena gunung tersebut memang gunung emas, walau juga mengandung tembaga. Karena kandungan emas dan tembaga terserak di permukaan tanah, maka Freeport tinggal memungutinya dan kemudian baru menggalinya dengan sangat mudah. Freeport sama sekali tidak mau kehilangan emasnya itu dan membangun pipa-pipa raksasa dan kuat dari Grasberg-Tembagapura sepanjang 100 kilometer langsung menuju ke Laut Arafuru dimana telah menunggu kapal-kapal besar yang akan mengangkut emas dan tembaga itu ke Amerika. Ini sungguh-sungguh perampokan besar yang direstui oleh pemerintah Indonesia sampai sekarang!!!

Kesaksian seorang reporter CNN yang diizinkan meliput areal tambang emas Freeport dari udara. Dengan helikopter ia meliput gunung emas tersebut yang ditahun 1990-an sudah berubah menjadi lembah yang dalam. Semua emas, perak, dan tembaga yang ada digunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika, meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua yang sampai detik ini masih saja hidup bagai di zaman batu.

Freeport merupakan lading uang haram bagi para pejabat negeri ini, yang dari sipil maupun militer. Sejak 1967 sampai sekarang, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang pribadi mereka untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya. Freeport McMoran senidir telah menganggarkan dana untuk itu yang walau jumlahnya sangat besar bagi kita, namun bagi mereka terbilang kecil karena jumlah laba dari tambang itu memang sangat dahsyat. Jika Indonesia mau mandiri, sektor inilah yang harus dibereskan terlebih dahulu.

————————————————–

Akankah Indonesia Mempunyai Presiden Seperti Ini ?

•January 14, 2010 • Leave a Comment

Akankah Indonesia Mempunyai Presiden Seperti Ini ?

Keteladanan Presiden Iran; Mahmoud Ahmadinejad


Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad
PRESIDEN TELADAN


pertama kali menduduki kantor kepresidenan, Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.


Ia mengamati bahwa ada ruangan
yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP,
lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler
untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya
dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya,
arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana
dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi,
sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977,
sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.
Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis,
belum lagi secara minyak dan pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.


Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan;
roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,
ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan,
ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya,
ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan,
dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan.

Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi,
atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.


Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar
karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi.
Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut,
kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.


Sepanjang sholat, ia tidak duduk di baris paling muka


Bahkan ketika suara azan berkumandang,
ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa





pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh.

Tentang Nama Papua

•January 14, 2010 • Leave a Comment

Nama asli pulau Papua masih tetap misterius hingga kini dan itulah sebabnya mengapa orang asing silih berganti memberi nama seenaknya saja. Sudah lebih dari selusin nama untuk pulau ini, khususnya Papua bagian Barat.

Pada sekitar Tahun 200 M , ahli Geography bernama Ptolamy menyebutnya dengan nama LABADIOS. Maksud apa disebut demikian, belum diketahui. Pada akhir tahun 500 M, pengarang Tiongkok bernama Ghau Yu Kua memberi nama TUNGKI, dan pada akhir tahun 600 M, Kerajaan Sriwijaya menyebut nama Papua dengan menggunakan nama JANGGI.

Nama Tungki dan Janggi telah mengundang berbagai pendapat, kemungkinan nama TUNGKI yang sudah berubah dalam sebutannya menjadi Janggi atau sebaliknya. Pada akhir tahun 1300, Majapahit menggunakan dua nama, yakni WANIN dan SRAM. Nama Wanin, tentu tidak lain dari semenanjung Onin di daerah Fak-Fak dan SRAM, ialah pulau Seram di Maluku. Ada kemungkinan, budak yang dibawa dan dipersembahkan kepada Majapahit berasal dari Onin dan yang membawanya ke sana adalah orang Seram dari Maluku, sehingga dua nama ini disebut.

Tidore memberi nama untuk pulau ini dan penduduknya sebagai PAPA-UA yang sudah beruba dalam sebutan menjadi PAPUA. Pada tahun 1545, Inigo Ortiz de Retes memberi nama NUEVA GUINEE dan ada pelaut lain yang memberi nama ISLA DEL ORO yang artinya Pulau Emas.

Nama Nueva Guinee kemudian di-Belanda-kan menjadi NIEUW GUINEA. Pada tahun 1956, Belanda merubah nama Niew Guinea menjadi NEDERLANDS NIEUW GUINEA. Perubahan nama Nieuw Guinea menjadi Nederlands Nieuw Guinea mengandung maksud positif dan maksud negativ.

Positifnya ialah karena nama Nieuw Guinea sering dihubungkan dengan sejarah Hindia Belanda (Nederlands Indie) terutama pihak Indonesia sering menggunakan ini sebagai alasan menuntut Nieuw Guinea dari Belanda.

Negativnya ialah bahwa sebelum Nieuw Guinea dijual, lebih dahulu dijadikan milik Belanda. Hal ini terbukti kemudian bahwa Nederlands Nieuw Guinea bersama Nederlands Onderdaan yang hidup diatasnya dijual kepada Indonesia pada 1962. Belanda merasa berhak berbuat demikian karena sejak 1956, West Papua telah dijadikan miliknya.

Apa yang dilakukan Pemerintah Belanda dimasa itu, paralel dengan tindakan Synode Gereja Hervormd Belanda sebab pada tahun 1956 itu juga, melepaskan tanggung-jawabnya kepada Dewan Gereja-Gereja di Indonesia.

Pada tahun 1961, Komite Nasional Papua yang pertama menetapkan nama PAPUA BARAT. Pada masa Pemerintahan Sementera PBB (UNTEA), menggunakan dua nama, WEST NEW GUINEA/WEST IRIAN.

Pada tanggal 1 Mei 1963, Republik Indonesia menggunakan nama IRIAN BARAT. Setelah Proklamasi kemerdekaan tanggal 1 Juli 1971, Pemerintah Revolusioner sementara Republik West Papua di Markas Victoria, menggunakan nama WEST PAPUA.

Pada tahun 1973, Pemerintah Republik Indonesia di West Papua merubah nama IRIAN BARAT menjadi IRIAN JAYA.

Pada tahun 2000 nama Irian Jaya kembali menjadi Papua hingga kini.

Nama Papua, aslinya Papa-Ua, asal dari bahasa Maluku Utara. Maksud sebenarnya bahwa di pulau ini tidak terdapat seorang raja yang memerintah disini sebagai seorang bapak, itulah sebabnya pulau dan penduduknya disebut demikian.

Papa-Ua artinya anak piatu. Dari sekian nama yang sudah disebut, Komite Nasional Papua pada tahun 1961, memilih dan menetapkan nama PAPUA., karena rakyat disini kelak disebut bangsa Papua dan tanah airnya Papua Barat (West Papua).

Alasan memilih nama Papua, karena sesuai dengan kenyataan bahwa penduduk pulau Papua sejak nenek moyang tidak terdapat dinasti yang memerintah atau raja disini sebagaimana yang ada dibagian bumi yang lain. Orang Papua berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah.

Tidak ada yang dipertuan untuk disembah dan tidak ada yang diperbudak untuk diperhamba. Raja-raja yang tumbuh seperti jamur di Indonesia, adalah akibat pengaruh pedagang bangsa Hindu dan Arab dimasa lampau.

Inilah sebabnya maka rakyat Papua anti kolonialisme, imperialisme dan neo-kolonialisme. Nenek moyang mereka tidak pernah menyembah-nyembah kepada orang lain, baik dalam lingkungan sendiri. Mereka lahir dan tumbuh diatas tanah airnya sendiri sebagai orang merdeka.

Nama Irian adalah satu nama yang mengandung arti politik. Frans Kaisiepo, almahrum, orang yang pertama mengumumkan nama ini pada konperensi di Malino-Ujung Pandang pada tahun 1945, antara lain berkata: “Perubahan nama Papua menjadi Irian, kecuali mempunyai arti historis, juga mengandung semangat perjuangan: IRIAN artinya Ikut Republik Indonesia Anti Nederland”. (Buku PEPERA 1969 terbitan tahun 1972, hal. 107-108).

Nama Irian diciptakan oleh seorang Indonesia asal Jawa bernama Soegoro, bekas buangan Digul-Atas tetapi dibebaskan sehabis Perang Dunia kedua dan pernah menjabat Direktur Sekolah Pendidikan administrasi pemerintahan di Hollandia antara tahun 1945-1946.

Perubahan nama Irian Barat menjadi Irian Jaya, terjadi pada tahun 1973, juga mengandung arti politik. Regiem Militer Indonesia tidak menginginkan adanya pembagian Pulau Papua menjadi dua dan berambisi guna menguasai seluruhnya. Pendirian ini berdasarkan pengalaman tetang adanya dua Vietnam-Selatan dan Utara, tentang adanya dua Jerman-Barat dan Timur, dan tentang adanya dua Korea-Selatan dan Utara.

http://digoel.wordpress.com/2008/01/06/tentang-nama-papua/

TOLAK GUS DUR JADI BAPAK PERDAMAIAN PAPUA

•January 14, 2010 • Leave a Comment

Nama IRIAN adalah satu nama yang mengandung arti politik. Frans Kaisiepo, almarhum, orang yang pertama mengumumkan nama ini pada konperensi di Malino-Ujung Pandang pada tahun 1945, antara lainbe rkata: “Perubahan nama Papua menjadi Irian, mempunyai arti historis, juga mengandung semangat perjuangan: IRIAN artinya Ikut Republik Indonesia Anti Nederland”.

(Buku PEPERA 1969 terbitan tahun 1972, hal. 107-108).

——————————————————————————

Gur Dur akan Digelari Bapak Perdamaian Papua
Jayapura (ANTARA News) – Mendiang mantan Presiden KH Abdulrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur akan diberi gelar “Bapak Perdamaian Papua” pada peringatan 10 tahun kembalinya nama Papua di Gedung Olahraga Cenderawasih APO pada 25 Januari mendatang.

Ketua panitia pelaksana Zadrack Taime kepada ANTARA News di Jayapura, Selasa, mengatakan, gelar itu diberikan karena Gus Dur saat menjadi presiden telah mengembalikan nama Papua dari yang sebelumnya Irian Jaya.

“Hal itu dinilai beliau mampu menumbuhkan suasana yang damai dan bermartabat, karena itu walau Gus Dur sudah pergi tetapi idealisme dan rohnya tidak pergi, nama beliau terukir manis di kalbu orang-orang Papua,” katanya.

Menurut dia, penyerahan gelar itu akan diserahkan kepada Lily Chadijah Wahid, anggota Komisi I DPR RI yang akan datang mewakili keluarga Gur Dur.

Selain pemberian gelar, peringatan itu juga akan ditandai dengan peluncuran buku “Hai Tanahku Papua, Untukmu Pahlawan” yang ditulis dalam rangka 10 tahun pengembalian nama Papua oleh Gus Dur.

Kegiatan yang akan dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Nama Papua dikembalikan dari nama sebelumnya Irian Jaya oleh Gus Dur pada 1 Januari 2000. (*)

PERDA KOTA INJIL MANOKWARI SUDAH DIBATALKAN

•January 14, 2010 • Leave a Comment
Berita Muslim Papua : PERDA KOTA INJIL MANOKWARI SUDAH DIBATALKAN
(Oleh : Subhan Hassannoesi)

Tabloid Syiar Islam
Edisi XXI Januari 2010/Muharram-Shaffar 1431H

Beberapa hari ini timbul upaya pembentukan opini publik, bahwa sedang terjadi gejolak konflik di Manokwari-Papua sehubungan dengan Perda Manokwari Kota Injil. Isu ini menyebar sporadis di internet melalui Grup Facebook dengan judul :
“1.000.000 Facebookers Muslim Tolak Kota Injil Manokwari”. Rekruitmen dukungan melalui facebook ini berjalan dengan sangat cepat yang saat tulisan ini dibuat sudah mencapai angka 8.890.

Yang membingungkan adalah, isu Perda Manokwari Kota Injil sebenarnya bukan isu baru. Tapi sudah pernah muncul th.2007 yang lalu. Dan ini sudah selesai. Ide tentang perda tersebut gagal dan tidak berlanjut. Namun kenapa muncul lagi bahkan menyebar di kalangan facebookers di seluruh Indonesia dengan sangat cepat. Ada apa sebenarnya di balik penggalangan opini ini? Lalu yang terpenting bagaimana kondisi masyarakat muslim di Papua saat ini.

Berikut adalah perbincangan saya dengan Ustad. H.M Nasrun Nawir aktivis Dakwah Papua yang sering membawa Ulama Timur Tengah untuk berdakwah di Papua. Saya temui beliau di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat hari ini (1/12/09) usai sholat Dzuhur jamaah.

Tentang isu Perda Kota Injil Manokwari yang kembali digulirkan, bagaimana pendapat Ustad sebagai aktivis dakwah asal Papua?

Saya orang Papua lahir di Papua, Jayapura. Saya adalah alumni Gontor. Saya mendapatkan sms tersebut dari Surabaya tentang isu Kota Injil Manokwari, ketika itu saya sedang ada di Jayapura. Dan isu tersebut sudah lama sekali. Memang ide itu mau dimasukkan ke dalam Perda namun sudah dibatalkan. Itu terjadi pada th 2007.

Kita adalah muslim mayoritas disana. Kita sudah berpengalaman dengan konflik-konflik yang sering terjadi di Papua, separatisme, isu kemerdekaan, dll. Saya pikir ini kaum muslimin disana tidak ada masalah, kita bisa lalui itu semua.

Justru saya pikir isu ini jangan sampai diangkat ke permukaan. Jangan kita bakar-bakar masalah. Jika kita mau berdakwah kepada mereka maka tunjukkan Rahmat nya Islam. Jika ini diangkat malah akan timbul kesan bahwa pihak muslimlah yang sedang memancing permusuhan.

Bagaimana seharusnya dakwah di Papua?

Mereka punya budaya minum-minum yang sudah menjadi bagian dari hidup mereka. Dan kita kan sulit berbicara dengan orang yang dalam kondisi tak sadar. Bagaimana mungkin kita melayani orang-orang yang dibawah pengaruh zat aditif semacam itu. Sama juga kita yang bodoh.

Maka jika mau mengajak mereka yang peminum ini, menasehati mereka, maka biarlah mereka sadar dulu lalu kita ajaklah mereka berbicara. Kita harus tampilkan pada mereka bahwa Islam adalah Rahmatan Lil ‘Alamin. Tunjukkan citra baik Islam.

Adapun tentang orang yang merampok, mencuri, korupsi, dll maka harus dibedakan itu bukan agamanya tapi memang kriminal murni yang dilakukan personal dan harus ditindak.

Jika terjadi konflik seperti di Ambon, ini sangat mengerikan. Orang Papua sebenarnya tidak tahu apa-apa. Mereka adalah orang-orang yang tidak terlalu fanatik agama. Baik yang Kristen maupun yang muslim.

Mereka dari segi kultur sangat tertinggal ratusan bahkan ribuan tahun dibanding Jawa. Baru di abad 20 ini saja mereka baru dikenal sebagai sebuah bangsa dan mereka mulai mengenal dunia luar serta belajar.

Kita harus tanamkan di hati setiap muslim-muslim ini Rahmat. Jika kita tebarkan kebencian, maka kebencian ini yg akan tertanam di hati-hati mereka. Maka jangan tebarkan kebencian, tebarkan Rahmat.

Jadi tolong diluruskan kembali. Bahwa yang penting bagaimana menanamkan Rahmat bukan kebencian. Bagaimana memperkuat iman dalam individu-individu, karena masyarakat disana lemah iman. Itu saja.
(SS)

HIMBAUAN ANAK NEGRI PAPUA

•January 14, 2010 • Leave a Comment

(mohon sebarkan)

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, check and recheck (tabayun) berita itu dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu malapetaka kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu (Al – Hujarat : 6).

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarokatu,

Sampai dengan saat ini, saya sebagi anak pribumi Papua Barat tidak melihat/mendengar/merasaka

n adanya kedhaliman terhadap saudara2 muslim disini. Yang berjilbab tetap bisa beraktifitas normal, masjid masih berkumandang adzan, pengajian2pun masih berjalan normal.

Tolonglah, kami butuh membangun perekonomian kami yg sangat jauh tertinggal dibanding dengan pulau Jawa. Jika ingin membantu kami disini, bantulah kami membangun ekonomi. Kirim ahli-ahli perkebunan, perikanan, kesehatan, guru, ustad, motivation trainner, ahli management, dsb. BUKAN AHLI PERANG yg akan merusak lingkungan, sosial, keamanan kami. Sehingga kami harus mengalami kejadian mengerikan seperti hal nya di Poso dan Ambon. Jangn jadikan bumi kami sebagai arena perang!!!

Wssalamualaikum warrahmatullahi wabrokatu,

Subhan Hassannoesi

Dakwah Di Papua, Jangan Tebarkan Kebencian Tapi Tebarkan Rahmat

•December 14, 2009 • Leave a Comment

Dakwah Di Papua, Jangan Tebarkan Kebencian Tapi Tebarkan Rahmat
(Oleh : Subhan Hassannoesi)

Beberapa hari ini timbul upaya yang mengopinikan bahwa sedang terjadi gejolak konflik di Manokwari-Papua sehubungan dengan Perda Manokwari Kota Injil. Isu ini menyebar sporadis di internet melalui Grup Facebook dengan judul :
“1.000.000 Facebookers Muslim Tolak Kota Injil Manokwari”. Rekruitmen dukungan melalui facebook ini berjalan dengan sangat cepat yang saat tulisan ini dibuat sudah mencapai angka 8.890.

Yang membingungkan adalah, isu Perda Manokwari Kota Injil sebenarnya bukan isu baru. Tapi sudah pernah muncul th.2007 yang lalu. Dan ini sudah selesai. Ide tentang perda tersebut gagal dan tidak berlanjut. Namun kenapa muncul lagi bahkan menyebar di kalangan facebookers di seluruh Indonesia dengan sangat cepat. Ada apa sebenarnya di balik penggalangan opini ini? Lalu yang terpenting bagaimana kondisi masyarakat muslim di Papua saat ini.

Berikut adalah perbincangan saya dengan Ustad. H.M Nasrun Nawir aktivis Dakwah Papua yang sering membawa Ulama Timur Tengah untuk berdakwah di Papua. Saya temui beliau di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat hari ini (1/12/09) usai sholat Dzuhur jamaah.

Tentang isu Perda Kota Injil Manokwari yang kembali digulirkan, bagaimana pendapat Ustad sebagai aktivis dakwah asal Papua?

Saya orang Papua lahir di Papua, Jayapura. Saya adalah alumni Gontor. Saya mendapatkan sms tersebut dari Surabaya tentang isu Kota Injil Manokwari, ketika itu saya sedang ada di Jayapura. Dan isu tersebut sudah lama sekali. Memang ide itu mau dimasukkan ke dalam Perda namun sudah dibatalkan. Itu terjadi pada th 2007.

Kita adalah muslim mayoritas disana. Kita sudah berpengalaman dengan konflik-konflik yang sering terjadi di Papua, separatisme, isu kemerdekaan, dll. Saya pikir ini kaum muslimin disana tidak ada masalah, kita bisa lalui itu semua.

Justru saya pikir isu ini jangan sampai diangkat ke permukaan. Jangan kita bakar-bakar masalah. Jika kita mau berdakwah kepada mereka maka tunjukkan Rahmat nya Islam. Jika ini diangkat malah akan timbul kesan bahwa pihak muslimlah yang sedang memancing permusuhan.

Bagaimana seharusnya dakwah di Papua?

Mereka punya budaya minum-minum yang sudah menjadi bagian dari hidup mereka. Dan kita kan sulit berbicara dengan orang yang dalam kondisi tak sadar. Bagaimana mungkin kita melayani orang-orang yang dibawah pengaruh zat aditif semacam itu. Sama juga kita yang bodoh.

Maka jika mau mengajak mereka yang peminum ini, menasehati mereka, maka biarlah mereka sadar dulu lalu kita ajaklah mereka berbicara. Kita harus tampilkan pada mereka bahwa Islam adalah Rahmatan Lil ‘Alamin. Tunjukkan citra baik Islam.

Adapun tentang orang yang merampok, mencuri, korupsi, dll maka harus dibedakan itu bukan agamanya tapi memang kriminal murni yang dilakukan personal dan harus ditindak.

Jika terjadi konflik seperti di Ambon, ini sangat mengerikan. Orang Papua sebenarnya tidak tahu apa-apa. Mereka adalah orang-orang yang tidak terlalu fanatik agama. Baik yang Kristen maupun yang muslim.

Mereka dari segi kultur sangat tertinggal ratusan bahkan ribuan tahun dibanding Jawa. Baru di abad 20 ini saja mereka baru dikenal sebagai sebuah bangsa dan mereka mulai mengenal dunia luar serta belajar.

Kita harus tanamkan di hati setiap muslim-muslim ini Rahmat. Jika kita tebarkan kebencian, maka kebencian ini yg akan tertanam di hati-hati mereka. Maka jangan tebarkan kebencian, tebarkan Rahmat.

Jadi tolong diluruskan kembali. Bahwa yang penting bagaimana menanamkan Rahmat bukan kebencian. Bagaimana memperkuat iman dalam individu-individu, karena masyarakat disana lemah iman. Itu saja.

(SH)