PERDA KOTA INJIL MANOKWARI SUDAH DIBATALKAN

Berita Muslim Papua : PERDA KOTA INJIL MANOKWARI SUDAH DIBATALKAN
(Oleh : Subhan Hassannoesi)

Tabloid Syiar Islam
Edisi XXI Januari 2010/Muharram-Shaffar 1431H

Beberapa hari ini timbul upaya pembentukan opini publik, bahwa sedang terjadi gejolak konflik di Manokwari-Papua sehubungan dengan Perda Manokwari Kota Injil. Isu ini menyebar sporadis di internet melalui Grup Facebook dengan judul :
“1.000.000 Facebookers Muslim Tolak Kota Injil Manokwari”. Rekruitmen dukungan melalui facebook ini berjalan dengan sangat cepat yang saat tulisan ini dibuat sudah mencapai angka 8.890.

Yang membingungkan adalah, isu Perda Manokwari Kota Injil sebenarnya bukan isu baru. Tapi sudah pernah muncul th.2007 yang lalu. Dan ini sudah selesai. Ide tentang perda tersebut gagal dan tidak berlanjut. Namun kenapa muncul lagi bahkan menyebar di kalangan facebookers di seluruh Indonesia dengan sangat cepat. Ada apa sebenarnya di balik penggalangan opini ini? Lalu yang terpenting bagaimana kondisi masyarakat muslim di Papua saat ini.

Berikut adalah perbincangan saya dengan Ustad. H.M Nasrun Nawir aktivis Dakwah Papua yang sering membawa Ulama Timur Tengah untuk berdakwah di Papua. Saya temui beliau di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat hari ini (1/12/09) usai sholat Dzuhur jamaah.

Tentang isu Perda Kota Injil Manokwari yang kembali digulirkan, bagaimana pendapat Ustad sebagai aktivis dakwah asal Papua?

Saya orang Papua lahir di Papua, Jayapura. Saya adalah alumni Gontor. Saya mendapatkan sms tersebut dari Surabaya tentang isu Kota Injil Manokwari, ketika itu saya sedang ada di Jayapura. Dan isu tersebut sudah lama sekali. Memang ide itu mau dimasukkan ke dalam Perda namun sudah dibatalkan. Itu terjadi pada th 2007.

Kita adalah muslim mayoritas disana. Kita sudah berpengalaman dengan konflik-konflik yang sering terjadi di Papua, separatisme, isu kemerdekaan, dll. Saya pikir ini kaum muslimin disana tidak ada masalah, kita bisa lalui itu semua.

Justru saya pikir isu ini jangan sampai diangkat ke permukaan. Jangan kita bakar-bakar masalah. Jika kita mau berdakwah kepada mereka maka tunjukkan Rahmat nya Islam. Jika ini diangkat malah akan timbul kesan bahwa pihak muslimlah yang sedang memancing permusuhan.

Bagaimana seharusnya dakwah di Papua?

Mereka punya budaya minum-minum yang sudah menjadi bagian dari hidup mereka. Dan kita kan sulit berbicara dengan orang yang dalam kondisi tak sadar. Bagaimana mungkin kita melayani orang-orang yang dibawah pengaruh zat aditif semacam itu. Sama juga kita yang bodoh.

Maka jika mau mengajak mereka yang peminum ini, menasehati mereka, maka biarlah mereka sadar dulu lalu kita ajaklah mereka berbicara. Kita harus tampilkan pada mereka bahwa Islam adalah Rahmatan Lil ‘Alamin. Tunjukkan citra baik Islam.

Adapun tentang orang yang merampok, mencuri, korupsi, dll maka harus dibedakan itu bukan agamanya tapi memang kriminal murni yang dilakukan personal dan harus ditindak.

Jika terjadi konflik seperti di Ambon, ini sangat mengerikan. Orang Papua sebenarnya tidak tahu apa-apa. Mereka adalah orang-orang yang tidak terlalu fanatik agama. Baik yang Kristen maupun yang muslim.

Mereka dari segi kultur sangat tertinggal ratusan bahkan ribuan tahun dibanding Jawa. Baru di abad 20 ini saja mereka baru dikenal sebagai sebuah bangsa dan mereka mulai mengenal dunia luar serta belajar.

Kita harus tanamkan di hati setiap muslim-muslim ini Rahmat. Jika kita tebarkan kebencian, maka kebencian ini yg akan tertanam di hati-hati mereka. Maka jangan tebarkan kebencian, tebarkan Rahmat.

Jadi tolong diluruskan kembali. Bahwa yang penting bagaimana menanamkan Rahmat bukan kebencian. Bagaimana memperkuat iman dalam individu-individu, karena masyarakat disana lemah iman. Itu saja.
(SS)

~ by Subhan Hassannoesi on January 14, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: